Featured
Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Monday, 11 January 2016

Kami Bangga Menjadi Indonesia

Tenun Ikat Indonesia, Keindahan Yang Membanggakan
Vemale.com -

Adalah tenun, sebuah warisan budaya yang merupakan kebanggaan Indonesia, oleh sebab itu tenun harus dilestarikan keberadaannya, baik dari segi teknik produksi, desain dan produk yang dihasilkan; dan harus dimasyarakatkan kembali penggunaannya.
Kira –kira itulah sekelumit kesimpulan dari presentasi Oke Hatta Rajasa di acara konferensi pers dalam rangka pengajuan Tenun Ikat Sumba sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang telah di terima UNESCO dan masih kini masih menunggu proses pengesahannya. Acara berlangsung di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (16/4).
Cita Tenun Indonesia (CTI) adalah kumpulan pecinta tenun yang memiliki tujuan melestarikan tenun nusantara sebagai warisan budaya. CTI melakukan beberapa program kerja yang mencakup pelestarian, pelatihan dan pengembangan pengrajin untuk meningkatkan produksi tenun. Untuk itu CTI berupaya agar tenun ikat Sumba Indonesia disahkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO 2013.
Tenun Tradisional Indonesia adalah produk seni budaya tak benda yang diproduksi di berbagai wilayah di seluruh nusantara, memiliki ciri yang khas dalam ragam hias, makna, teknik pembuatan, memiliki nilai budaya yang tinggi dan merupakan identitas masyarakat setempat.
Tenun sendiri terbagi menjadi tiga jenis yang tersebar di berbagai kepulauan Indonesia, yaitu tenun ikat, songket dan datar. Tenun ikat banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, sementara Tenun Datar kita mengenal lurik dari Jawa tengah dan Yogyakarta, sementara Songket hadir di Palembang ataupun Padang. Untuk alatnya sendiri, alat tenun tradisional Indonesia adalah Gedogan yang dikerjakan manual oleh sang pengrajin, juga ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang mengolah bahan baku kain tenun tradisional Indonesia yaitu benang katun yang terbuat dari kapas, benang rayon hingga sutra. Ragam hias pada kain tenun terbagi menjadi 5 jenis bentuk ragam hias yaitu: Ragam hias yang berbentuk geometris, Manusia, Binatang, simbol hingga yang berbentuk gejala alam.
Muatan nilai dari sehelai kain tenun adalah nilai sosial, yang mana tenun merupakan pelengkap upacara adat yang menentukan status sosial seseorang. Nilai ekonomi, yang mana para pengrajin dapat membantu kebutuhan finansial dari mengerjakan tenun. Dari segi estetika, kreativitas dapat terlihat dari corak dan ragam hias yang indah, sementara untuk nilai budaya, tentu saja tenun digunakan sebagai simbol pada setiap upacara dan kegiatan masyarakat setempat. Dalam nilai pendidikan, teknik menenun merupakan pendidikan turun temurun kepada anak dan cucu para penenun.
Mayoritas pengrajin tenun tradisional Indonesia yang merupakan kaum perempuan juga merupakan point plus bagi pemberdayaan perempuan Indonesia, yang bisa mendukung finansial keluarga mereka.
Kekhawatiran akan eksistensi tenun Sumba muncul karena keberadaannya yang mulai pudar di kalangannya sendiri. Generasi muda banyak pindah keluar daerah mencari penghidupan baru. Ancaman plagiasi dan imitasi terhadap ragam juga mengancam eksistensi tenun Sumba. Sebagai usaha pelestarian dan pengembangan tenun, serta untuk mendapatkan pengakuan dunia akan keindahan tenun, Cita Tenun Indonesia bersama Kementrian Pendidikan dan kebudayaan mencoba menyosialisasikan tenun Sumba kepada masyarakat lokal hingga dunia, yaitu dengan mengajukan kepada UNESCO untuk mencanangkan tenun ikat Sumba sebagai “Warisan Budaya Tak Benda”.
(vem/ana/miw)

Makanan khas tahun baru di indonesia

 Makanan khas tahun baru di indonesia
 1. ikan dan ayam bakar
2. sambel
3. nasi
4. Baso Bakar
5.sosi bakar
Sumber : http://resepmasakanindonesia.idcc.info/resep-ikan-bakar.htm
http://feedsome.blogspot.com/2010/10/sambal-kecap.html
http://www.thecrowdvoice.com/post/sambelmakanan-pedas-favoritmu-1786500.html
http://iniunic.blogspot.com/2012/10/bahaya-makan-nasi-waduh.html
http://sipitduatujuh.blogspot.com/2012/05/contoh-proposal-usaha-bakso-bakar.html
http://papayasbbq.blogspot.com/
http://resep-masakane.blogspot.com/2011/03/ayam-bakar-gurih.html
Admin : Fauzul Irhamsyah

Thursday, 10 December 2015

harta dari pulau komodo


Friday, 4 December 2015

3 Tradisi Unik Di Pulau Jawa


tradisi malam lebaran dindonesia


Cerita Rakyat Tanah Jawa Keong Mas

Cerita Rakyat Tanah Jawa
Keong Mas
Alkisah pada jaman dahulu kala hiduplah seorang pemuda bernama Galoran. Ia termasuk orang yang disegani karena kekayaan dan pangkat orangtuanya. Namun Galoran sangatlah malas dan boros. Sehari-hari kerjanya hanya menghambur-hamburkan harta orangtuanya, bahkan pada waktu orang tuanya meninggal dunia ia semakin sering berfoya-foya. Karena itu lama kelamaan habislah harta orangtuanya. Walaupun demikian tidak membuat Galoran sadar juga, bahkan waktu dihabiskannya dengan hanya bermalas-malasan dan berjalan-jalan. Iba warga kampung melihatnya. Namun setiap kali ada yang menawarkan pekerjaan kepadanya, Galoran hanya makan dan tidur saja tanpa mau melakukan pekerjaan tersebut. Namun akhirnya galoran dipungut oleh seorang janda berkecukupan untuk dijadikan teman hidupnya. Hal ini membuat Galoran sangat senang ; "Pucuk dicinta ulam pun tiba", demikian pikir Galoran.

Janda tersebut mempunyai seorang anak perempuan yang sangat rajin dan pandai menenun, namanya Jambean. Begitu bagusnya tenunan Jambean sampai dikenal diseluruh dusun tersebut. Namun Galoran sangat membenci anak tirinya itu, karena seringkali Jambean menegurnya karena selalu bermalas-malasan.
Rasa benci Galoran sedemikian dalamnya, sampai tega merencanakan pembunuhan anak tirinya sendiri. Dengan tajam dia berkata pada istrinya : " Hai, Nyai, sungguh beraninya Jambean kepadaku. Beraninya ia menasehati orangtua! Patutkah itu ?" "Sabar, Kak. Jambean tidak bermaksud buruk terhadap kakak" bujuk istrinya itu. "Tahu aku mengapa ia berbuat kasar padaku, agar aku pergi meninggalkan rumah ini !" seru nya lagi sambil melototkan matanya. "Jangan begitu kak, Jambean hanya sekedar mengingatkan agar kakak mau bekerja" demikian usaha sang istri meredakan amarahnya. "Ah .. omong kosong. Pendeknya sekarang engkau harus memilih .. aku atau anakmu !" demikian Galoran mengancam.

Sedih hati ibu Jambean. Sang ibu menangis siang-malam karena bingung hatinya. Ratapnya : " Sampai hati bapakmu menyiksaku jambean. Jambean anakku, mari kemari nak" serunya lirih. "Sebentar mak, tinggal sedikit tenunanku" jawab Jambean. "Nah selesai sudah" serunya lagi. Langsung Jambean mendapatkan ibunya yang tengah bersedih. "Mengapa emak bersedih saja" tanyanya dengan iba. Maka diceritakanlah rencana bapak Jambean yang merencanakan akan membunuh Jambean. Dengan sedih Jambean pun berkata : " Sudahlah mak jangan bersedih, biarlah aku memenuhi keinginan bapak. Yang benar akhirnya akan bahagia mak". "Namun hanya satu pesanku mak, apabila aku sudah dibunuh ayah janganlah mayatku ditanam tapi buang saja ke bendungan" jawabnya lagi. Dengan sangat sedih sang ibu pun mengangguk-angguk. Akhirnya Jambean pun dibunuh oleh ayah tirinya, dan sesuai permintaan Jambean sang ibu membuang mayatnya di bendungan. Dengan ajaib batang tubuh dan kepala Jambean berubah menjadi udang dan siput, atau disebut juga dengan keong dalam bahasa Jawanya.

Tersebutlah di Desa Dadapan dua orang janda bersaudara bernama Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil. Kedua janda itu hidup dengan sangat melarat dan bermata pencaharian mengumpulkan kayu dan daun talas. Suatu hari kedua bersaudara tersebut pergi ke dekat bendungan untuk mencari daun talas. Sangat terpana mereka melihat udang dan siput yang berwarna kuning keemasan. "Alangkah indahnya udang dan siput ini" seru Mbok Rondo Sambega "Lihatlah betapa indahnya warna kulitnya, kuning keemasan. Ingin aku bisa memeliharanya" serunya lagi. "Yah sangat indah, kita bawa saja udang dan keong ini pulang" sahut Mbok Rondo Sembadil. Maka dipungutnya udang dan siput tersebut untuk dibawa pulang. Kemudian udang dan siput tersebut mereka taruh di dalam tempayan tanah liat di dapur. Sejak mereka memelihara udang dan siput emas tersebut kehidupan merekapun berubah. Terutama setiap sehabis pulang bekerja, didapur telah tersedia lauk pauk dan rumah menjadi sangat rapih dan bersih. Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil juga merasa keheranan dengan adanya hal tersebut. Sampai pada suatu hari mereka berencana untuk mencari tahu siapakah gerangan yang melakukan hal tersebut.

Suatu hari mereka seperti biasanya pergi untuk mencari kayu dan daun talas, mereka berpura-pura pergi dan kemudian setelah berjalan agak jauh mereka segera kembali menyelinap ke dapur. Dari dapur terdengar suara gemerisik, kedua bersaudara itu segera mengintip dan melihat seorang gadis cantik keluar dari tempayan tanah liat yang berisi udang dan Keong Emas peliharaan mereka. "tentu dia adalah jelmaan keong dan udang emas itu" bisik Mbok Rondo Sambega kepada Mbok Rondo Sembadil. "Ayo kita tangkap sebelum menjelma kembali menjadi udang dan Keong Emas" bisik Mbok Rondo Sembadil. Dengan perlahan-lahan mereka masuk ke dapur, lalu ditangkapnya gadis yang sedang asik memasak itu. "Ayo ceritakan lekas nak, siapa gerangan kamu itu" desak Mbok Rondo Sambega "Bidadarikah kamu ?" sahutnya lagi. "bukan Mak, saya manusia biasa yang karena dibunuh dan dibuang oleh orang tua saya, maka saya menjelma menjadi udang dan keong" sahut Jambean lirih. "terharu mendengar cerita Jambean kedua bersaudara itu akhirnya mengambil Keong Emas sebagai anak angkat mereka. Sejak itu Keong Emas membantu kedua bersaudara tersebut dengan menenun. Tenunannya sangat indah dan bagus sehingga terkenallah tenunan terebut keseluruh negeri, dan kedua janda bersaudara tersebut menjadi bertambah kaya dari hari kehari.

Sampailah tenunan tersebut di ibu kota kerajaan. Sang raja muda sangat tertarik dengan tenunan buatan Jambean atau Keong Emas tersebut. Akhirnya raja memutuskan untuk meninjau sendiri pembuatan tenunan tersebut dan pergi meninggalkan kerajaan dengan menyamar sebagai saudagar kain. Akhirnya tahulah raja perihal Keong Emas tersebut, dan sangat tertarik oleh kecantikan dan kerajinan Keong Emas. Raja menitahkan kedua bersaudara tersebut untuk membawa Jambean atau Keong Emas untuk masuk ke kerajaan dan meminang si Keong Emas untuk dijadikan permaisurinya. Betapa senang hati kedua janda bersaudara tersebut.

Bawang Merah Dan Bawang Putih

Cerita Rakyat Riau, Sumatera
Bawang Merah Dan Bawang Putih

Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya.

Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi.

Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya.

Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.

Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwasalah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya.

“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”

Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Mataharisudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.” “Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.

“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.

“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.
“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek.
“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.

“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba. “Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.

Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih.
“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.
Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.

Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.

Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.

Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.

Monday, 30 November 2015

Gambar Dan Nama Rumah Adat Dari 33 Provinsi di Indonesia



Gambar Dan Nama Rumah Adat Dari 33 Provinsi di Indonesia 

Mungkin anak muda zaman sekarang sudah langka yang tertarik dengan kebudaya negara tercinta Indonesia ini. Karena kebanyakan dari mereka terlalu sibuk dengan urusan seperti pacaran, ke salon, shoping, nonton atau yang lainnya.

Namun jika bukan kita sebagai anak muda, siapa lagi yang akan melestarikan kebudayaan Indonesia minimal mengetahui kebudayaan masing-masing. Berikut adalah gambar dan nama rumah adat dari 33 provinsi di Indonesia.











































  1. Provinsi Nanggro Aceh Darussalam - Rumah Adat Krong Bade


  2. Provinsi Sumatera Utara - Rumah Adat Bolon


  3. Provinsi Sumatera Barat - Rumah Adat Gadang


  4. Provinsi Riau - Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar


  5. Provinsi Kepulauan Riau - Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar


  6. Provinsi Jambi - Rumah Adat Panjang


  7. Provinsi Sumatera Selatan - Rumah Adat Limas


  8. Provinsi Bangka Belitung - Rumah Adat Rakit dan Limas


  9. Provinsi Bengkulu - Rumah Adat Rakyat


  10. Provinsi Lampung - Rumah Adat Nowou Sesat


  11. Provinsi DKI Jakarta - Rumah Adat Kebaya


  12. Provinsi Jawa Barat - Rumah Adat Kasepuhan Cirebon


  13. Provinsi Banten - Rumah Adat Badui


  14. Provinsi Jawa Tengah - Rumah Adat Joglo


  15. Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta - Rumah Adat Bangsal Kencono dan Joglo.


  16. Provinsi Jawa Timur - Rumah Adat Joglo Situbondo


  17. Provinsi Bali - Rumah Adat Gapura Candi Bentar


  18. Provinsi Nusa Tenggara Barat - Rumah Adat Dalam Loka Samawa


  19. Provinsi Nusa Tenggara Timur - Rumah Adat Musalaki


  20. Provinsi Kalimantan Barat - Rumah Adat Istana Kesultanan Pontianak


  21. Provinsi Kalimantan Tengah - Rumah Adat Betang


  22. Provinsi Kalimantan Selatan - Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi


  23. Provinsi Kalimantan Timur - Rumah Adat Lamin


  24. Provinsi Sulawesi Utara - Rumah Adat Pewaris


  25. Provinsi Sulawesi Barat - Rumah Adat Tongkonan


  26. Provinsi Sulawesi Tengah - Rumah Adat Tambi


  27. Provinsi Sulawesi Tenggara - Rumah Adat Istana Buton / Malige


  28. Provinsi Sulawesi Selatan - Rumah Adat Tongkonan


  29. Provinsi Gorontalo - Rumah Adat Dulohupa dan Rumah Pewaris


  30. Provinsi Maluku - Rumah Adat Baileo


  31. Provinsi Maluku Utara - Rumah Adat Baileo


  32. Provinsi Papua Barat - Rumah Adat Honai


  33. Provinsi Papua - Rumah Adat Honai


Itulah gambar dan nama rumah adat dari 33 provinsi di Indonesia yang alangkah baiknya kita sebagai anak bangsa Indonesia minimal mengetahuinya meskipun tidak melihatnya secara langsung. Semoga artikel yang saya berikan di atas dapat bermanfaat untuk semuanya, terutama teman-teman Tasik Cyber.

Sunday, 29 November 2015

Tradisi Unik lagi sadis suku suku Di Indonesia



5 Tradisi Unik Suku-suku di Indonesia

Banyaknya suku-suku yang beragam di Indonesia, ternyata menghasilkan tradisi-tradisi yang beragam juga. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki tradisi yang terbilang sangat unik dan bahkan sangat mengerikan karena tidak biasa dilakukan oleh orang-orang pada umumnya. Ingin tahu tradisi-tradisi unik apa saja yang terdapat di negara kita Indonesia? Simak lima tradisi unik dari suku-suku di Indonesia berikut ini:

1. Tradisi potong jari Suku Dani, Papua
 
Tradisi Suku Dani di Papua ketika ditinggalkan oleh anggota keluarga yang meninggal dunia, terbilang sangat unik. Dikutip dari Liputan 6, Suku Dani akan memotong jari mereka bila ada salah satu anggota keluarga yang meninggal. Bagi suku Dani, jari diartikan sebagai simbol kerukunan, kekuatan, dan persatuan dalam diri manusia maupun sebuah keluarga. Kehilangan salah satu ruas jari dapat mengakibatkan tangan tidak bekerja dengan maksimal. Begitu juga dengan sebuah keluarga yang ditinggalkan salah satu anggotanya.
Tradisi ini dijalankan dengan berbagai cara. Di antaranya dengan menggunakan benda tajam, menggigit ruas jari hingga putus, atau mengikat jari dengan seutas tali sehingga aliran darahnya terhenti.

2. Tradisi telinga panjang Suku Dayak, Kalimantan

 
Salah satu keunikan budaya di Kalimantan adalah tradisi memanjangkan cuping telinga. Tradisi ini dilakukan oleh Suku Dayak. Laman Indonesia Kaya memaparkan, proses pemanjangan cuping telinga dilakukan sejak bayi. Hal ini biasanya dikaitkan dengan tingkatan sosial seseorang dalam masyarakat Dayak. Misalnya, bagi Suku Dayak Kayan, telinga cuping panjang menunjukkan bahwa orang itu berasal dari bangsawan. Sementara, bila wanita yang memiliki telinga cuping panjang menandakan seorang bangsawan atau budak karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang.
Akan tetapi, ada juga anggapan bahwa pemanjangan cuping telinga ini untuk melatih kesabaran dan kesanggupan menahan penderitaan. Pasalnya, tradisi ini dilakukan dengan cara menggunakan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang atau gasing berukuran kecil.

3. Tradisi berjalan kaki Suku Baduy, Banten
 
Suku Baduy terdapat di kawasan Lebak, Banten. Detik Travel menyebutkan, suku ini terbagi menjadi dua yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Baduy Dalam adalah suku yang masih memegang teguh ajaran leluhurnya. Sedangkan, Baduy Luar sudah mengenal teknologi dan terbuka dengan budaya luar.
Salah satu tradisi unik yang terdapat pada Suku Baduy Dalam adalah adanya pantangan untuk memakai alas kaki ataupun menaiki kendaraan. Jadi, masyarakat dari suku ini selalu berjalan dengan kaki telanjang untuk mencapai tujuannya. Bila aturan ini dilanggar, orang itu akan diusir dan diharuskan meninggalkan wilayah Suku Baduy Dalam. Lalu, orang itu dianggap menjadi bagian dari Suku Baduy Luar.

4. Tradisi mengasingkan wanita hamil Suku Naulu, Maluku
 
Wanita hamil biasanya mendapat perhatian lebih, terutama dari sang suami. Namun, hal ini ternyata tidak berlaku di Suku Naulu, Maluku. Dilansir oleh Tourism News, Suku ini memiliki tradisi pengasingan wanita hamil yang disebut Penamou. Wanita hamil akan diasingkan di sebuah gubuk kecil berukuran 2 x 2 m yang dilengkapi sebuah tempat tidur. Gubuk ini hanya boleh dikunjungi oleh sesama wanita, hingga wanita hamil yang berada di dalamnya melahirkan.

5. Tradisi mengganti pakaian mayat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan
 
Tradisi mayat berjalan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, juga terbilang unik. Tribun News menjelaskan, setiap tiga tahun sekali, masyarakat yang bermukim di sekitar pegunungan Sesean menggelar tradisi mengganti pakaian mayat leluhurnya yang disemayamkan dalam peti tempat pekuburan Patane.
Tradisi yang bernama Ma’nene ini, diawali dengan berkunjung ke lokasi pekuburan leluhur mereka. Kemudian, pakaian lama mayat leluhur digantikan dengan yang baru. Mayat leluhur ini dapat tersimpan dalam keadaan utuh karena sebelumnya telah diberi pengawet.


 Bagaima menurut kalian ?
Copyright © 2015 SURGANYA INDONESIA
| Distributed By Gooyaabi Templates