Featured

Friday, 20 November 2015

Ragam Budaya di Jawa yang Populer



Ragam Budaya di Jawa yang Populer

Indonesia mempunyai banyak sekali budaya yang menjadi ciri khas, keberanekaragaman budaya indonesia  ini dipengaruhi oleh letak geografis dan etnis, mengingat etnis jawa yang paling dominan baik dari segi luas wilayahnya maupun populasinya sehingga budayanyapun sangat beraneka ragam, mulai dari rumah tempat tinggalnya yang mempunyai ciri khas (Rumah Adat), upacara adat, barang peninggala, kesenian, pakaian, makanan dan lain sebagaianya. Budaya Jawa merupakan budaya dari jawa yang di jalankan oleh orang jawa khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta. Dilihat dari luas wilayah dan banyaknya populasi suku jawa sehingga memepengaruhi budaya yang dianutnya, dengan kata lain budaya jawa ini di bedakan denga 3 garis besar, yakni budaya jawa timur, Jawa tengah – DI Yogyakarta dan Banyumasan.

Kebudayaan jawa ini tidak hanya menampilkan nilai-nilai estetika, namun budaya ini mengedepankan nilai-nilai toleransi, keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya itu budaya jawa mengankat tinggi nilai kesederhanaan dan kesopanan. Dari sekian banyak budaya yang ada di Indonesia, budaya jawa merupkan salah satu budaya yang digemari oleh orang luar negeri. Budaya tersebut diantanya Tari-tarian, Wayang Kulit, gamelan, sastra, Batik dan Keris, bahkan gamelan jawa dimasukan dalam kurikulum pembelajaran Singapura, Selandia Baru dan Amerika Serikat. Amerika Serikat dan Eropa secara rutin mengadakan pergelaran gamelan jawa serta satu satunya sastra indonesia yang mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai memori dunia yaitu sastra jawa Negara Kretagama. Tidak hanya di pulau jawa atau di 3 propinsi di jawa saja, budaya jawa terus berkembang dan di lestarikan oleh suku jawa yang berada di luar pulau jawa. Semoga budaya Jawa tetap lestari dan dapat dinikmati oleh anak cucu di masa yang aka datang. 

Lindungi satwa Liar





Bandung - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat menyesalkan peristiwa pembunuhan macan tutul dengan cara diracun oleh warga di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Agar kejadian serupa tak terulang, ada 'jurus' yang dilakukan warga jika satwa liar yang dilindungi itu muncul di lingkungan permukiman penduduk. Seperti apa?

Pembunuhan macan tutul di Garut dipicu karena macan memangsa 19 ekor kambing milik warga di tiga kampung pada Oktober 2015 lalu. Macan memilih turun gunung diduga habitatnya terganggu serta pengaruh kemarau panjang sehingga satwa liar tersebut kelaparan.

"Kami berharap, masyarakat yang melihat macan tutul untuk segera melaporkan ke aparat kewilayahan. Sekalipun macan melintas, ya langsung saja laporkan," ucap Kepala Balai Besar Konservasi Satwa Daerah (BKSDA) Jawa Barat Sylvana Ratina saat berdiskusi santai bersama wartawan di Jalan Anggrek, Kota Bandung, Jumat (20/11/2015).

Sylvana mewanti-wanti kepada warga bermukim di seputaran 50 kawasan konservasi yang masuk zona pengawasan BKSDA Jawa Barat agar tak membunuh satwa liar, termasuk macan tutul, seandainya tidak membahayakan keselamatan nyawa manusia. Wilayah kerja BKSDA Jabar meliputi juga daerah Banten.

"Intinya jangan dibunuh atau diracun," kata Sylvana.

Populasi macan tutul di Jawa Barat dan Banten tersebar di beberapa kawasan konservasi antara lain Gunung Papandayan (Garut), Gunung Sancang (Garut) dan Gunung Sawal (Ciamis). "Diperkirakan jumlahnya 71 ekor macan tutul," kata Sylvana.

Konflik satwa liar dan manusia, sambung Sylvana, sebenarnya bisa dihindari jika warga tetap tenang dan mau membagi informasi kepada aparat kewilayahan. Petugas BKSDA Jabar, dia melanjutkan, pasti turun tangan untuk 'menenangkan' macan tutul yang turun gunung.

"Pasti kami tindaklanjuti jika diberi tahu. Kami juga akan lebih intensif melakukan sosialisasi berupa penyadaran kepada masyarakat, ya macan tutul itu enggak boleh dibunuh atau dibantai karena satwa liar yang dilindungi. Ada pengecualiannya kalau memang membahayakan nyawa manusia," ujar Sylvana.

Kasie Perlindungan, Pengawetan dan Perpetaan BKSDA Jabar Rifki MS menyebut pihaknya selama ini tetap memonitor soal konflik satwa liar dan manusia. "Tentu utamanya ialah keselamatan manusia, tetapi tanpa mengabaikan kehidupan satwanya juga. Jadi sama-sama penting. Kalau terjadi konflik, kami segera tangani," ujar Rifki.

Lalu bagaimana cara menghalau macan tutul yang keliaran di permukiman penduduk?

"Memukul kentongan sangat efektif. Pukul terus kentongan hingga macan itu kembali habitatnya. Jangan ditangkap atau dibunuh," kata Rifki.

"Intinya, macan takut dengan manusia. Macan yang turun gunung itu menghindari perjumpaan dengan manusia. Karena mengendus pakan seperti kambing dan ayam yang dipelihara warga, makan hewan itu yang dimangsanya. Bukan memangsa manusia," tutur Rifki menambahkan.

Wisata Ke Aceh Yok





Nanggroe Aceh Darussalam atau lebih dikenal dengan Aceh adalah sebuah provinsi di ujung Pulau Sumatra. Provinsi ini memiliki keindahan alam yang luar biasa, mulai dari pantai sampai pegunungannya. Setelah mengalami kerusakan akibat tsunami pada tahun 2004 di sebagian wilayahnya termasuk tempat wisatanya, Aceh kembali bangkit dan menata sektor pariwisatanya dengan baik.
Berencana liburan ke Aceh ? Sudah tahu belum mau menghabiskan waktu Anda di mana? Agar tidak bingung mau ke mana, simak dulu neech 10 tempat wisata di Aceh yang layak dikunjungi dan yang pasti tidak mengecewakan deeech…

1. Masjid Raya Baiturrahman


Masjid Raya Baiturrahman
Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 ini telah menjadi ikon Aceh. Bangunan utama masjid berwarna putih dengan kubah hitam besar dikelilingi oleh tujuh menara. Kesan megah semakin terasa dengan adanya kolam besar dan pancuran air di bagian depan masjid yang mengingatkan pada Taj Mahal di India.
Masjid ini menjadi tempat wisata religi di Aceh yang banyak dikunjungi karena keindahannya. Situs Huffington Post memasukkan Masjid Raya Baiturrahman ke dalam daftar 100 masjid terindah di dunia, bahkan Yahoo! menyebut masjid ini sebagai salah satu dari 10 masjid terindah di dunia. Hal ini tentu saja semakin membuat bangga warga Aceh dan pastinya Indonesia.
Jika ingin membeli suvenir, Anda bisa datang ke Pasar Aceh yang terletak di belakang masjid. Setelah puas berkeliling, Anda bisa juga berwisata kuliner disana karena ada banyak penjual makanan di pasar ini.Lengkap bukan ?

2. Air Terjun Blang Kolam



Air Terjun Blang Kolam
Tempat wisata yang satu ini sayang untuk dilewatkan. Air Terjun Blang Kolam terletak di Desa Sidomulyo, Aceh Utara dan bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dari Lhokseumawe.
Di sini, Anda bisa melihat air terjun kembar dengan tinggi 75 meter yang dikelilingi oleh pepohonan rindang. Di sekitar air terjun, ada banyak orang yang bermain air, berendam di kolam tampungan air terjun atau sekedar bersantai di tepiannya. Jika Anda ingin merasakan pengalaman yang berbeda, coba datang dengan membawa perlengakapan berkemah Anda. Di Air Terjun Blang Kolam ini, Anda bisa berkemah dan menikmati alam bebas dengan tarif 5.000 Rupiah per orang.
Tempat wisata di Aceh ini tak hanya menawarkan keindahan alamnya, namun juga menawarkan harga yang murah. Anda cukup membayar 2.500 Rupiah per orang untuk bisa masuk dan membuktikan keindahan Air Terjun Blang Kolam.

3. Air Terjun Suhom
 
Air Terjun Suhom
Air Terjun ini berada di Desa Suhom, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Untuk bisa mencapai tempat wisata ini, Anda harus melewati jalanan naik-turun dengan pemandangan pegunungan Paro dan Kulu. Di tengah perjalanan, jangan kaget saat melihat banyak monyet berkeliaran di jalan. Monyet-monyet ini biasanya meminta buah-buahan atau makanan ringan lain pada pengguna jalan yang lewat.
Air terjun setinggi 50 meter ini dibagi menjadi tiga tingkat, namun Anda tidak diperbolehkan naik menuju tingkat dua dan tiga demi alasan keselamatan karena adanya pembangkit listrik bertegangan tinggi.
Meskipun begitu, tempat wisata di Aceh ini tetap menyajikan pemandangan yang luar biasa. Anda bisa berenang di telaga sedalam dua meter di bawah air terjun atau menemani anak-anak bermain air di kolam renang anak. Tak ingin bermain air? Silakan bersantai di gazebo yang telah disediakan sambil menikmati makanan yang banyak dijual di sekitar lokasi air terjun.

4. Pantai Lampuuk
 
Pantai Lampuuk
Warga Aceh tak perlu merasa iri dengan Bali yang memiliki banyak pantai indah karena di Aceh juga terdapat banyak pantai dengan pemandangan menakjubkan. Salah satu tempat wisata pantai yang bisa diandalkan adalah Pantai Lampuuk. Pantai ini disebut juga sebagai Pantai Kuta di Aceh.
Pantai Lampuuk memiliki garis pantai sepanjang 5 km dari selatan ke utara dengan pasir putih lembut dan tebing karang di ujung pantai. Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di pantai ini mulai dari berselancar, berjemur, berenang dan juga bermain banana boat.
Satu lagi kegiatan menarik yang bisa Anda lakukan di tempat wisata ini adalah melihat upaya pelestarian penyu. Anda bisa ikut melepas tukik ke laut lepas. Seru, ya? Liburan sekaligus menjaga kelestarian alam.
Jika belum puas menikmati Pantai Lampuuk dalam sehari, Anda bisa menginap di cottage yang ada di kawasan pantai. Selain bisa lebih lama menikmati keindahan pantai ini, Anda juga bisa memuaskan perut dengan aneka sajian ikan bakar di warung-warung sekitar pantai.
Pantai Lampuuk berada di Desa Meunasah Masjid, Lhoknga, Aceh Besar. Harga tiket masuk adalah 3.000 Rupiah.

5. Pantai Lhoknga
 
Pantai Lhoknga
Pantai Lhoknga berada tak jauh dari Pantai Lampuuk. Tempat wisata ini berjarak sekitar 20 km dari Banda Aceh. Di sini, Anda bisa bersantai di bawah pepohonan yang rindang atau bermain voli pantai di pasirnya yang luas dan landai.
Jika bersantai dan berjemur di tepian pantai masih kurang menyenangkan bagi Anda, cobalah berselancar di lautnya. Pantai Lhoknga memiliki ombak dengan ketinggian 1,5 – 2 meter yang cocok untuk olahraga ini.
Hari beranjak sore, jangan pulang dulu. Jangan lewatkan pemandangan matahari terbenam yang cantik di pantai ini. Tempat wisata di Aceh ini semakin ramai pada sore hari, banyak yang datang untuk melihat pemandangan matahari terbenamnya dengan duduk bersantai dan menikmati jagung bakar.

6. Pantai Ulee Lheue
 
Pantai Ulee Lheue
Tempat wisata yang satu ini hanya berjarak 3 km dari pusat kota Banda Aceh, tepatnya di Kecamatan Meuraxa.
Kegiatan yang paling populer di pantai ini adalah memancing. Jika Anda lupa membawa alat pancing, tidak usah khawatir karena ada yang menjualnya di sekitar pantai. Tak suka memancing? Anda juga bisa menyewa perahu nelayan untuk berlayar di lautnya atau duduk santai di tepian pantai menikmati jagung bakar. Dari pantai, Anda bisa melihat barisan pegunungan diseberang yang menambah keindahan Pantai Ulee Lheue.

7.Lingkok kuwieng


Sebuah Kecamatan yang berjarak sekitar 12 Km dari Kota Sigli, Kabupaten Pidie, daerah yang bentang alam berbatasan langsung dengan Aceh Besar tersebut menyimpan banyak misteri alam yang tak terduga untuk dilihat.Seperti di pedalaman hutan Gampong Pulo Hagu, Padang Tijie, yang memiliki lembah yang sangat indah, masyarakat setempat sering menyebutnya Lingkok Kuwieng atau Uruek Meuh.
Sepintas mata, lembah itu bagaikan sebuah Istana yang memiliki riwayat hidup ribuan tahun, bebatuan dan sendimen membuat kita berfikir apakah ini sebuah kerajaan atau sebuah candi-candi dahulu kala, bebatuan yang tersusun rapi membawa kita untuk berfikir ini adalah buatan manusia. Belum ada penjelasan ilmiah mengenai munculnya bebatuan tersebut.
Diperkirakan bebatuan tersebut merupakan bebatuan kars yang terkikis oleh air sejak ribuan tahun lalu sehingga membentuk satu pola. Penasaran dnegan tempatnya, bagi kita yang menyukai Adventure, lokasinya hanya sekitar 120 menit melaju dari Gampong Pulo Hagu, menggunakan sepeda Motor kita akan tiba di Istana tersebut.
Lingkok kuwieng

8. Kuala Merisi
 
Kuala Merisi
Kuala Merisi merupakan tempat yang tepat untuk menikmati pantai dengan suasana yang sepi dan tenang. Tempat wisata di Desa Ketapang, Kecamatan Krueng Sabee, ini memiliki garis pantai yang panjang dengan ombak kecil yang cocok untuk bermain air di tepian.
Silakan duduk santai di atas tikar Anda dan nikmati deburan ombak dan hembusan angin pantainya. Tak jarang tempat wisata di Aceh ini dijadikan lokasi berselancar karena ombaknya yang cocok untuk olahraga air ini.
Selain itu, pantai ini juga memiliki fasilitas pendukung lainnya seperti kamar mandi dan deretan warung makan.

9. Museum Tsunami


Museum Tsunami
Tsunami yang pernah menerjang Aceh pada tahun 2004 menyisakan duka bagi warga Aceh yang selamat. Untuk mengenang sekaligus menghormati korban meninggal, dibangunlah sebuah Museum Tsunami di Jalan Sultan Iskandar Muda di tahun 2009.
Di dalam museum, terdapat lorong panjang dengan suara gemuruh ombak dan kucuran air yang akan mengingatkan Anda pada bencana besar tersebut. Tempat wisata di Aceh ini banyak dikunjungi wisatawan yang ingin melihat apa saja yang tersisa dari gelombang tsunami. Banyak benda-benda sisa bencana yang dipajang seperti sepeda milik korban. Selain benda sisa tsunami, ada foto korban meninggal dan cerita kesaksian korban selamat juga alat simulasi elektronik gempa bumi.
Museum ini dibangun sebagai pusat pendidikan dan tempat perlindungan jika tsunami datang kembali. Museum buka setiap hari kecuali hari Jumat mulai 10:00 sampai 17:00.

10. Pantan Terong
 
Pantan Terong
Pantan terong merupakan bukit yang biasa digunakan untuk melihat keindahan Aceh Tengah dari atas. Tempat wisata ini berada di ketinggian 1830 meter di atas permukaan laut. Jangan lupa membawa jaket dan baju hangat karena udaranya cukup dingin.
Dari Pantan Terong Anda bisa melihat Danau Laut Tawar yang meyerupai sebuah kuali raksasa. Di sini, Anda juga bisa menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam yang sangat cantik. Jadi, siapkan kamera dan abadikan momen ini.

Selamaaat berwisataa ...

Copyright © 2015 SURGANYA INDONESIA
| Distributed By Gooyaabi Templates